SejutaNama

Hak cuti melahirkan

Urusan dokumen

Ilustrasi panduan hak cuti melahirkan untuk orang tua baru dari Sejuta Nama

Cuti melahirkan menentukan dua hal sekaligus: berapa lama Anda bisa bersama bayi, dan berapa pemasukan yang tetap mengalir selama itu. Keduanya perlu diketahui sebelum menyusun rencana biaya, bukan sesudah.

Durasi dasar

Undang-Undang Ketenagakerjaan memberi pekerja perempuan hak istirahat 1,5 bulan sebelum perkiraan melahirkan dan 1,5 bulan sesudahnya — tiga bulan secara keseluruhan, dengan upah tetap dibayar. Pembagiannya bisa disesuaikan menurut keterangan dokter atau bidan dan kesepakatan dengan pemberi kerja.

Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak yang disahkan pada 2024 menambahkan kemungkinan perpanjangan. Cuti paling singkat tetap tiga bulan, tetapi dapat diperpanjang hingga tiga bulan tambahan apabila ada kondisi khusus pada ibu atau bayi yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Pada masa perpanjangan itu, ketentuan upahnya tidak lagi penuh untuk seluruh periode.

Cuti keguguran

Pekerja yang mengalami keguguran berhak atas istirahat 1,5 bulan atau sesuai keterangan dokter atau bidan, dengan upah tetap dibayarkan. Hak ini sering tidak diketahui dan karenanya jarang diajukan.

Cuti untuk ayah

Suami yang mendampingi istri melahirkan berhak atas cuti beberapa hari, dan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak membuka ruang penambahan sesuai kondisi dan kesepakatan dengan pemberi kerja. Durasinya jauh lebih pendek daripada cuti ibu, jadi sebaiknya direncanakan untuk hari-hari yang paling membutuhkan — biasanya persalinan itu sendiri dan beberapa hari pertama di rumah.

Yang perlu dipastikan ke bagian SDM

Pertanyaan-pertanyaan ini sebaiknya diajukan tertulis, supaya jawabannya bisa dirujuk kembali di kemudian hari.

Informasi umum, bukan nasihat hukum. Peraturan ketenagakerjaan dapat berubah dan penerapannya berbeda antar perusahaan; rujukan resminya ada pada peraturan yang berlaku, perjanjian kerja Anda, dan dinas ketenagakerjaan setempat.

Panduan lain